Perkuat Akademik Internasional, Magister IAT UIN Sunan Kalijaga Ikuti Internasional Student Conference 2026 Bersama Universiti Malaya

Program Studi Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (MIAT) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam kancah akademik global dengan berpartisipasi aktif dalam agenda International Student Conference 2026. Acara bergengsi yang digelar oleh Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga ini diselenggarakan atas kerja sama strategis dengan Universiti Malaya, Malaysia, pada Kamis (21/05/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai wadah dialektika ilmiah untuk mempertemukan pemikiran kritis mahasiswa antarnegara dalam rumpun studi keislaman.

Konferensi internasional tahun ini mengusung tema besar yang sangat relevan dengan dinamika global saat ini, yaitu "Islamic Thought in Motion: Theology, Philosophy, and Society in Southeast Asia". Melalui tema ini, mahasiswa ditantang untuk meneliti pergulatan pemikiran Islam kontemporer di Asia Tenggara. Delegasi dari MIAT UIN Sunan Kalijaga sendiri mengambil peran strategis dengan menyumbangkan hasil riset mendalam pada beberapa sub-tema unggulan yang disediakan oleh panitia, antara lain: Contemporary Contextual Tafsir, Hadith in the Digital Age, Interfaith Dialogue and Tolerance, Religion in Social Transformation, Modern Islamic Theology and Philosophy and Interdisciplinary Approaches to Islamic Studies (including Islamic economics).

Rangkaian acara diawali dengan pengkondisian peserta dan registrasi pada pukul 08.15 WIB, disusul pembukaan resmi oleh Master of Ceremony (MC) Balqis dan Fariha. Dekan FUPI UIN Sunan Kalijaga kemudian memberikan opening speech yang menekankan pentingnya kolaborasi riset internasional demi merespons dinamika zaman dan memperluas wawasan keislaman. Sebelum memasuki sesi inti, seluruh peserta, pemakalah, dan jajaran pimpinan melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi simbolis atas sinergi kedua universitas.

Memasuki Sesi 2 yang dipandu oleh pihak moderator dan Liaison Officer (LO), para peserta mendapatkan penjelasan teknis mengenai jalannya conference. Panitia kemudian membagi jalannya forum ke dalam dua panel diskusi paralel yang tersebar di beberapa ruangan, yakni Ruang Dekanat, Ruang 308, Ruang 104, Ruang 202, dan Ruang Teatrikal. Untuk menjamin kelancaran alokasi waktu, diskusi di setiap ruangan dikawal oleh para moderator sekaligus time keeper, di antaranya Akmaliyatul Ngizza, Dzulfaqor Alif, Ilham Nur Madani, Fiqi Zajilatuz Zahwa, dan Farabi Alfa Bianus.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa MIAT UIN Sunan Kalijaga turut mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan peserta internasional dan para diskusan akademik. Setiap presenter diberikan waktu maksimal enam menit untuk menyampaikan pokok-pokok penelitian yang mencakup latar belakang, metode, hasil, dan kesimpulan penelitian. Presentasi berlangsung secara dinamis dan interaktif, dilanjutkan dengan sesi diskusi panel yang menitikberatkan pada pertukaran gagasan, kritik konstruktif, serta penguatan argumentasi akademik.

Berbeda dari forum tanya jawab formal pada umumnya, model diskusi panel kali ini dikonsep sebagai ruang diskusi akademik terbuka selama maksimal 40 menit setelah seluruh presenter selesai memaparkan makalahnya. Peran diskusan sangat sentral dalam sesi ini, di mana mereka memberikan review, kritik konstruktif, serta penguatan argumentasi akademik terhadap seluruh paper. Forum juga berlangsung interaktif karena para participant dan observer yang hadir diizinkan masuk ke ruangan untuk memberikan tanggapan ilmiah secara terbuka dan saling menghargai.

Setelah diskusan memberikan closing statement dan evaluasi singkat di masing-masing panel, seluruh elemen peserta diarahkan kembali menuju Ruang Teatrikal FUPI. Agenda akhir ditutup dengan pengumuman penyerahan sertifikat secara simbolis oleh panitia yang akan di selenggarakan keesokan harinya, penyerahan penghargaan berupa Best Presenter dan Best Paper berdasarkan kualitas riset serta kemampuan argumentasi peserta, sebelum akhirnya acara resmi ditutup oleh MC pada pukul 11.30 WIB. Keterlibatan aktif Magister IAT dalam joint conference ini diharapkan dapat memperluas cakrawala interdisipliner mahasiswa, memperkuat jaringan internasional (international relations), serta menaikkan eksistensi riset Al-Qur'an dan Tafsir dalam ranah global (international exposure).