Sivitas Akademika S2 IAT UIN Sunan Kalijaga Ikuti Kuliah Umum dan Bedah Buku Filologi Judeo-Arab
Sivitas Akademika S2 IAT UIN Sunan Kalijaga Ikuti Kuliah Umum dan Bedah Buku Filologi Judeo-Arab
Yogyakarta – Sivitas akademika Program Studi Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (S2 IAT) Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga mengikuti Kuliah Umum dan Bedah Buku Filologi Judeo-Arab: Polemik Nasab dalam Tradisi Islam dan Kristen yang diselenggarakan di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk memperkaya wawasan mahasiswa dan dosen mengenai perkembangan kajian filologi, sejarah intelektual, serta dialog antartradisi keagamaan melalui pendekatan akademik yang kritis.
Kegiatan menghadirkan Menachem Ali sebagai penulis buku sekaligus narasumber utama. Dalam paparannya, ia menjelaskan hasil penelitiannya mengenai tradisi naskah Judeo-Arab dan polemik nasab dalam tradisi Islam dan Kristen. Melalui pendekatan filologi, ia menunjukkan bagaimana manuskrip menjadi sumber penting untuk merekonstruksi sejarah intelektual, dinamika transmisi pengetahuan, dan interaksi antara komunitas Muslim, Yahudi, dan Kristen pada masa klasik.
Diskusi semakin kaya dengan tanggapan dari Lien Iffah Naf'atu Fina, M.A. dan Prof. Mun'im Sirry, yang memberikan perspektif kritis terhadap kontribusi buku tersebut bagi pengembangan studi Islam kontemporer. Keduanya menyoroti pentingnya pendekatan filologi dan sejarah dalam membaca teks-teks klasik secara lebih komprehensif, sekaligus mendorong lahirnya penelitian-penelitian baru yang bersifat interdisipliner. Jalannya diskusi dipandu oleh Dr. Muhammad Akmaluddin, M.S.I., dosen sekaligus Sekretaris Program Studi Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga, yang bertindak sebagai moderator.
Mahasiswa dan dosen S2 IAT memanfaatkan forum ini sebagai kesempatan untuk memperluas perspektif metodologis dalam studi Al-Qur'an dan tafsir. Berbagai pertanyaan dan diskusi yang berkembang menunjukkan bahwa pendekatan filologi tidak hanya relevan dalam penelitian manuskrip Al-Qur'an dan hadis, tetapi juga membuka ruang dialog dengan disiplin ilmu lain, seperti sejarah, studi agama, dan kajian naskah lintas tradisi.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Dr. Ali Imron, M.S.I., menyampaikan bahwa keterlibatan sivitas akademika S2 IAT dalam forum ilmiah semacam ini merupakan bagian dari strategi penguatan kualitas akademik mahasiswa.
"Forum seperti ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa untuk melihat bagaimana pendekatan filologi dapat dipadukan dengan studi Al-Qur'an dan hadis. Penguatan metodologi penelitian menjadi bekal penting agar lulusan S2 IAT mampu menghasilkan karya ilmiah yang kritis, kontekstual, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Melalui keikutsertaan dalam kuliah umum dan bedah buku ini, Program Studi Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Sunan Kalijaga terus memperkuat budaya akademik yang terbuka terhadap perkembangan metodologi keilmuan. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen program studi dalam mendorong kolaborasi lintas disiplin serta memperluas cakrawala penelitian mahasiswa dan dosen di bidang studi Al-Qur'an, hadis, dan kajian Islam kontemporer.