Prof. Saifuddin Zuhri Qudsy Jadi Keynote Speaker Simposium Internasional Hadis 2026 di Malaysia
Prof. Saifuddin Zuhri Qudsy Jadi Keynote Speaker Simposium Internasional Hadis 2026 di Malaysia
PENANG, MALAYSIA — Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy, M.A., dosen Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (MIAT), Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menjadi salah satu keynote speaker dalam 2nd International Symposium on Hadith (ISH) 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Shangri-La Golden Sands, Penang, Malaysia.
Simposium internasional ini mengangkat tema “The Dynamics of Hadith: Classical and Contemporary Approaches, Challenges, and Responses.” Kegiatan tersebut menjadi forum akademik untuk mempertemukan para cendekiawan dan peneliti hadis dari berbagai institusi dalam membahas perkembangan studi hadis, baik dalam khazanah klasik maupun dalam menghadapi tantangan kontemporer.
Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy hadir sebagai pembicara utama bersama Dr. Syed Abdul Majid Ghouri dan Dr. Thuraya binti Ahmad dari Universiti Sains Islam Malaysia. Kehadiran para akademisi dari Indonesia dan Malaysia ini memperkuat dimensi internasional simposium sekaligus membuka ruang pertukaran perspektif mengenai perkembangan kajian hadis di berbagai lingkungan akademik.
Acara ini juga menghadirkan Mohd Norzi bin Nasir selaku Pengarah 2nd ISH 2026 yang menyampaikan sambutan, serta Dato’ Prof. Dr. Mohd Farid Ravi bin Abdullah, Naib Canselor UIS, yang meresmikan pembukaan kegiatan.
Penyelenggaraan ISH 2026 menjadi momentum penting bagi pengembangan kajian hadis yang tidak hanya berfokus pada warisan keilmuan klasik, tetapi juga merespons persoalan metodologis, sosial, dan intelektual yang berkembang di era kontemporer. Melalui forum ini, para akademisi diharapkan dapat memperluas dialog keilmuan, memperkaya pendekatan penelitian, dan membangun kolaborasi lintas institusi serta negara.
Partisipasi Prof. Dr. Saifuddin Zuhri Qudsy sebagai keynote speaker juga menjadi bagian dari kontribusi akademisi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam percakapan ilmiah internasional di bidang studi hadis. Keterlibatan dosen MIAT dalam forum tersebut sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional dan memperluas ruang diseminasi gagasan keilmuan Islam Indonesia.
Melalui keikutsertaan dalam simposium internasional ini, MIAT UIN Sunan Kalijaga diharapkan semakin berperan aktif dalam pengembangan studi Al-Qur’an dan hadis, serta memperkuat kerja sama akademik internasional untuk menjawab dinamika dan tantangan studi hadis pada masa kini.