S2 IAT Bersama FUPI Gelar Workshop Redesain Kurikulum, Perkuat Distingsi Keilmuan dan Penyesuaian Regulasi Pendidikan Tinggi

Gunungkidul – Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan Workshop Redesain Kurikulum pada 20–22 Juli 2026 di D'Girijati Resort & Beachclub Parang Reja, Girijati, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh program studi di lingkungan FUPI sebagai bagian dari upaya penyempurnaan kurikulum agar semakin adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan masyarakat, serta regulasi terbaru di bidang pendidikan tinggi.

Workshop diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan review kurikulum oleh masing-masing program studi. Setiap prodi memaparkan struktur kurikulum yang telah berjalan, mengevaluasi kekuatan dan tantangan implementasinya, serta mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu disempurnakan. Bagi Program Studi Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (S2 IAT), kegiatan ini menjadi kelanjutan dari proses review kurikulum yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga workshop kali ini diarahkan untuk memperkuat sekaligus menyempurnakan desain kurikulum yang telah disusun.

Pada hari kedua, Selasa, 21 Juli 2026, peserta memperoleh penguatan materi dari Prof. Ishlah Gusmian (UIN Raden Mas Said Surakarta), yang mengulas arah pengembangan kurikulum perguruan tinggi di tengah perubahan lanskap keilmuan dan kebijakan pendidikan tinggi. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kurikulum yang tidak hanya memenuhi tuntutan administratif, tetapi juga mampu membangun identitas akademik (academic identity) setiap program studi melalui distingsi keilmuan yang jelas, penguatan riset, serta orientasi pada capaian pembelajaran lulusan.

Workshop juga membahas secara mendalam penyusunan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang selaras dengan profil lulusan, penurunan CPL ke dalam Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), pemetaan bahan kajian, hingga keselarasan antara strategi pembelajaran, metode asesmen, dan luaran yang diharapkan. Selain itu, masing-masing program studi diminta mengidentifikasi distingsi yang membedakan kurikulumnya dari program studi sejenis di perguruan tinggi lain, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang khas dan berdaya saing.

Pada sesi malam hari, setiap program studi mempresentasikan hasil redesain kurikulumnya. Ketua Program Studi S2 IAT, Dr. Ali Imron, M.S.I., memaparkan rancangan kurikulum terbaru yang telah disesuaikan dengan Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, khususnya ketentuan mengenai beban belajar program magister yang paling sedikit 36 SKS dan dirancang untuk diselesaikan dalam paling sedikit tiga semester. Penyesuaian tersebut dilakukan tanpa mengurangi kedalaman substansi keilmuan, melainkan dengan menyusun struktur mata kuliah yang lebih efektif, integratif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran.

Dalam presentasinya, Dr. Ali Imron menjelaskan bahwa redesain kurikulum S2 IAT tidak hanya berfokus pada penyesuaian jumlah SKS, tetapi juga memperkuat karakter keilmuan program studi melalui integrasi kajian Al-Qur'an dan tafsir dengan pendekatan interdisipliner, penguatan metodologi penelitian, pengembangan literasi digital, serta peningkatan kompetensi publikasi ilmiah. Kurikulum baru juga dirancang agar selaras dengan arah pengembangan program studi menuju akreditasi unggul dan peningkatan kerja sama akademik di tingkat internasional.

Workshop Redesain Kurikulum ini menjadi bagian dari komitmen FUPI UIN Sunan Kalijaga dalam membangun kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus tetap berpijak pada tradisi keilmuan Islam. Bagi S2 IAT, kegiatan ini merupakan momentum untuk menyempurnakan proses review kurikulum yang telah dimulai sebelumnya, sehingga diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, berorientasi pada mutu, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, profesional, dan keilmuan yang kuat dalam bidang studi Al-Qur'an dan tafsir serta ilmu hadis.