FUPI Gelar Bedah Karir Alumni, S2 IAT Catat 225 Alumni Bekerja, Berwirausaha, dan Melanjutkan Studi

Yogyakarta, 15 Oktober 2026 — Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Bedah Karir Alumni pada Kamis (15/10/2026), pukul 09.30 WIB di Ruang Sidang Dekanat FUPI. Kegiatan ini dibuka oleh Dekan FUPI, Prof. Dr. H. Robby Habiba Abror, S.Ag., M.Hum., dan diselenggarakan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Dr. Ahmad Salehudin, S.Th.I., M.A.

Kegiatan ini menjadi forum evaluasi untuk meninjau kesesuaian profil lulusan dengan bidang pekerjaan alumni, sekaligus memetakan perkembangan karir lulusan program studi di lingkungan FUPI. Melalui kegiatan tersebut, fakultas dan program studi diharapkan memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja serta pengembangan karir lulusan.

Hadir sebagai narasumber, Muhammad Rashif Hilmi, M.Sc., dari Center for Employability and Career Development (CENDI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam kegiatan ini, dipaparkan hasil pemetaan karir alumni Program Studi Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (S2 IAT), yang memberikan gambaran mengenai profil pekerjaan, bidang usaha, dan jenjang pendidikan lanjutan para lulusan.

Berdasarkan data Career Mapping Alumni S2 IAT, terdapat 225 alumni unik yang tercatat bekerja, berwirausaha, dan/atau melanjutkan studi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 94 alumni (41,78%) bekerja sesuai dengan profil lulusan, sedangkan 91 alumni (40,44%) bekerja di luar profil lulusan. Selain itu, sebanyak 44 alumni (19,56%) tercatat berwirausaha dan 18 alumni (8%) melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Persentase tersebut dapat melebihi 100% karena seorang alumni dapat tercatat dalam lebih dari satu kategori aktivitas.

Pada kategori pekerjaan yang sesuai dengan profil lulusan, sebanyak 93 alumni (41,33%) tercatat berkarir di bidang akademik, sedangkan satu alumni (0,44%) berprofesi sebagai mufasir madya. Sementara itu, pada kategori pekerjaan di luar profil lulusan, bidang operasional, industri, dan jasa menjadi kategori terbanyak dengan 41 alumni (18,22%), disusul bidang pendidikan dengan 35 alumni (15,56%).

Dalam kategori kewirausahaan, alumni menjalankan usaha di berbagai bidang. Sebanyak sembilan alumni (4%) bergerak di bidang perdagangan umum dan ritel, tujuh alumni (3,11%) di bidang pendidikan, pelatihan, dan penelitian, serta lima alumni (2,22%) di bidang makanan dan minuman. Adapun 23 alumni (10,22%) masuk dalam kategori usaha lainnya atau belum teridentifikasi secara spesifik.

Pada aspek pendidikan lanjutan, sebanyak 18 alumni (8%) tercatat melanjutkan studi doktoral (S3). Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian lulusan S2 IAT tidak hanya memasuki dunia kerja, tetapi juga melanjutkan pengembangan kapasitas akademik melalui pendidikan tingkat lanjut.

Ketua Program Studi S2 IAT, Dr. Ali Imron, M.S.I., menyampaikan bahwa secara umum profil lulusan dan karir alumni telah menunjukkan kesesuaian yang cukup baik. Meskipun demikian, hasil pemetaan tersebut tetap perlu menjadi bahan evaluasi untuk melakukan penyesuaian terhadap profil lulusan dan arah pengembangan program studi.

Menurutnya, pemetaan karir alumni tidak cukup berhenti pada pengumpulan data, tetapi perlu ditindaklanjuti dengan evaluasi kurikulum, penguatan kompetensi lulusan, serta penyesuaian program akademik dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Dengan demikian, profil lulusan yang dirumuskan program studi dapat semakin relevan dengan realitas karir alumni.

Kegiatan Bedah Karir Alumni ini menjadi momentum penting bagi S2 IAT untuk memperkuat hubungan antara pengembangan akademik dan kebutuhan profesional lulusan. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyempurnaan profil lulusan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta perencanaan program studi yang lebih responsif terhadap dinamika dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, FUPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan relevansi pendidikan, memperkuat daya saing lulusan, dan membangun sistem pemantauan alumni yang lebih terarah sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan.