S2 IAT dan FUPI UIN Sunan Kalijaga Gelar Bedah Buku Daqā’iq al-Qur’ān Karya Miftah Fauzi Rakhmat

FUPI UIN Sunan Kalijaga Gelar Bedah Buku Daqā’iq al-Qur’ān Karya Miftah Fauzi Rakhmat

Image

Image

Image

Image

Image

Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUPI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan bedah buku Daqā’iq al-Qur’ān karya Miftah Fauzi Rakhmat pada Rabu, 13 Mei 2026. Kegiatan berlangsung pukul 09.30–12.00 WIB di Ruang Sidang Dekanat FUPI dan dihadiri oleh mahasiswa Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (MIAT), dosen, serta sivitas akademika FUPI.

Dalam pemaparannya, Miftah Fauzi Rakhmat menjelaskan bahwa bahasa Al-Qur’an memiliki karakter yang bersifat divine dan tidak dapat dipahami sekadar sebagai bahasa Arab saja. Menurutnya, bahasa Al-Qur’an hadir sebagai bahasa wahyu yang sekaligus menjadi mu‘jizat.

Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an turun di tengah masyarakat Arab yang memiliki beragam dialek di Jazirah Arab dan wilayah sekitarnya. Kehadiran Al-Qur’an justru menyatukan keragaman dialek tersebut dalam satu bahasa yang memiliki dimensi ilahiah dan kesucian tersendiri.

“Bahasa Al-Qur’an itu divine, menyatukan Arab dengan berbagai macam dialek yang ada pada masa itu di Jazirah Arab dan sekitarnya. Di samping itu, Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah dan sebagai mu‘jizat. Bahasa-bahasa dalam Al-Qur’an juga bahasa yang suci,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menanggapi pandangan yang menyatakan bahwa jika Nabi Muhammad SAW diturunkan di wilayah lain, maka bahasa Al-Qur’an akan mengikuti bahasa daerah tersebut.

“Saya tidak setuju jika dikatakan bahwa kalau Nabi Muhammad diturunkan di Jawa, maka bahasanya bahasa Jawa. Bukan seperti itu,” tegasnya.

Menurutnya, bahasa Al-Qur’an tidak dapat direduksi hanya pada konteks geografis atau sosial semata, sebab ia memiliki dimensi teologis dan otoritas wahyu yang khas.

Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta. Mahasiswa S2 IAT dan para dosen FUPI tampak aktif mengajukan pertanyaan seputar bahasa wahyu, relasi antara dialek Arab dan bahasa Al-Qur’an, serta implikasi pemikiran tersebut dalam studi tafsir dan ulum al-Qur’an kontemporer.

Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif hingga akhir acara. Melalui kegiatan bedah buku ini, FUPI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berharap dapat terus menghadirkan ruang akademik yang mendorong penguatan tradisi ilmiah, dialog kritis, serta pengembangan kajian Al-Qur’an yang mendalam dan kontekstual.